Beranda > perekonomian indonesi > pi seminar induri kewirausahaan

pi seminar induri kewirausahaan

Membangun Universitas Mandiri Berbasis Entrepreneur

Pemberdayaan UMKM memang terbukti secara efektif mampu menanggulangi masalah pokok kita dewasa ini, yaitu, kemiskinan, pengangguran, dan penciptaan lapangan kerja. Sejumlah alasan mendasar mengapa UMKM penting adalah karena merupakan unit usaha terbesar di indonesia dengan jumlah 51,3 juta unit, yang menyerap tenaga kerja lebih dari 91,8 juta orang. Ini berarti lebih dari 97,3% tenaga kerja merupakan kontribusi UMKM di dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Pada tahun 2008, UMKM mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan PDB, demikian pula kontribusinya terhadap total nilai ekspor nasional. Walaupun proporsinya belum besar, namun cukup memberikan bukti bahwa dalam pasang surutnya situasi ekonomi, UMKM masih mampu menyumbang devisa negara. Dan yang terpenting adalah UMKM telah teruji sebagai kelompok usaha yang memiliki daya responsif, fleksibilitas, dan adaptasi yang luar biasa terhadap perubahan pasar.

Ada beberapa masalah dalam UMKM, yaitu mayoritas UMKM masih merasakan ketertinggalannya di dalama meraih pendapatan riilnya. Sebagian besar mengalami kesulitan dalam mengakses ke sumberdaya produktif dan infrastruktur ekonomi lainnya seperti pasar, permodalan, tekhnologi, informasi, bahan baku dan tenaga kerja terampil. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka UU No. 20 tahun 2008 tentang UMKM memberi mandat penuh kepada pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk secara sinergis melakukan langkah pemberdayaan sehingga UMKM dapat semakin tangguh dan mandiri. UMKM yang efektif hanya dapat dimungkinkan apabila UMKM memperoleh hak untuk memiliki, menggunakan atau mengakses sumber daya produktif untuk pembangunan (Soetrisno, 1995:136).

Sekarang ini kita mengalami era industrialisasi dihampir semua sektor ekonomi yang dapat memunculkan dampak tertentu yang perlu diwaspadai. Postulat bahwa pembangunan yang kokoh dalam perspektif jangka panjang, hanya bisa dicapai bila disertai partisipasi luas dari berbagai komponen masyarakat yang sekaligus mencerminkan ungkapan kecintaan dan kebanggaan atas karya cipta bangsa kita sendiri. Ini merupakan semangat dan kehendah untuk kita mandiri. Dengan mindset seperti itu maka kita perlu secara nyata membuktikan kemampuan untuk memproduksi barang, diiringi dengan upaya untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambahnya. Inilah modal dasar bangsa kita untuk maju, dengan cara memanfaatkan secara arif sumber daya alam yang kita miliki, dan serta dengan memupuk kecintaan terhadap karya cipta sendiri. Untuk memwujudkan hal tersebut, komponen bangsa meliputi penghasil teknologi, pelaku industri, pelaku ekonomi, pelaku regulasi, serta masyarakat akademik, perlu bekerja sama dan berkoordinasi dalam satu visi

Saat ini peran dan kedudukan strategis perguruan tinggi sebagai institusi pencerahan sangat penting. Perguruan tinggi merupakan salah satu institusi budaya, cermin peradaban bangsa, peran permanennya adalah memikul tanggung jawab atas perkembangan dan keberlangsungan bangsa. Dari zaman ke zaman, perguruan tinggi mengalami perkembangan peran konsentrasi pada pendidikan, mulai peran pembina generasi muda, konsentrasi penciptaan pengetahuan, konsentrasi sebagai moral force dalam perubahan budaya, dan konsentrasi dalam membangun demokrasi dan peningkatan daya saing bangsa. Sekarang, di Indonesia sedang ada 3 masalah pokok yang dihadapi, pengangguran, kemiskinan, dan keterbelakangan. Pemecahan masalah ini merupakan agenda permanen dalam kehidupan di hari mendatang, dan saat ini kita mempunyai potensi pondasi ekonomi makro yang cukup baik untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Pentingnya Pengembangan Kewirausahaan dan Pendidikan Kewirausahaan bagi Bangsa Indonesia. Melihat pengertian dan teori kewirausahaan dikaitkan dengan keadaan dan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini dan saat-saat mendatang dalam rangka mensukseskan tujuan nasional mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan yang saat ini jumlahnya melebihi 200 juta penduduk dengan lokasi yang tersebar lebih dari seribu pulau ini, pastilah merupakan tantangan yang tidak kecil dan harus dihadapi secara tepat dan sistematis.

Bagaimana pentingnya pengembangan kewirausahaan dan pendidikan kewirausahaan bagi bangsa Indonesia kiranya dapat dijelaskan sebagai berikut, Indonesia di awal abad 21 dilihat dari segi jumlah penduduk telah menjadi negara terbesar kelima di dunia, dengan sebagian besar penduduknya adalah angkatan kerja, dan sebagian dari jumlah itu adalah tenaga muda alumni Perguruan Tinggi. Jumlah penduduk yang besar tersebut bisa saja merupakan potensi apabila berkualitas baik, tetapi apabila tidak jumlah penduduk yang besar itu akan menambah beratnya beban pembangunan.

Menurut penelitian, tampaknya ada korelasi antara jumlah penduduk yang berkewirausahaan dan tingkat kemakmuran suatu masyarakat. Negara yang maju memiliki wirausahawan lebih dari 6% jumlah penduduk, sedang jumlah wirausahawan Indonesia menurut penelitian tahun 1982 belum mencapai 0,5%. Telah terbukti tingkat kemajuan dan keterbelakangan suatu negara tidak terletak pada jumlah penduduk, kekayaan alam, luas wilayah, warna kulit atau suku bangsa, ataulamanya kemerdekaan yang telah dialami, tetapi adalah terletak pada kualitas manusianya.

Virus kewirausahaan diharapkan bisa disebarkan ke berbagai kalangan sedini mungkin untuk mendorong terciptanya usaha dan lapangan kerja baru. Mahasiswa memegang peran penting dalam upaya kemandirian berwirausaha dan bukan sekedar menggantungkan diri mencari lapangan pekerjaan. Rektor Undip Prof Dr dr Susilo Wibowo MS.Med, Sp And mengungkapkan, dalam Dies Natalis ke-50 tahun Fakultas Ekonomi (FE) Undip kali ini sekaligus menjadi penanda bahwa mahasiswa termasuk alumni mampu memiliki usaha termasuk pengembangan pola waralaba atau franchise yang semakin eksis. Dengan di praktekkannya Bursa Waralaba dan Pameran UKM yang berlangsung di DP Mall Semarang dan di kampus itu sendiri, menjadi bukti peran mahasiswa dan alumni FE Undip mampu menciptakan lapangan usaha baru. Dengan mencoba berbagai peluang usaha yang ditawarkan melalui pameran dan tidak membutuhkan investasi yang relatif banyak maka mahasiswa atau pelajar dan masyarakat umum bisa mencoba menjadi ‘’pengusaha’’ baru. Penduduk di Indonesia relatif besar dan ini merupakan peluang yang bisa diraih. Untuk itu jiwa wirausaha memang harus ditekankan sedini mungkin, bahkan jika perlu sejak SD kurikulumnya diarahkan salah satunya bidang wirausaha.

Berikut visi dan misi Universitas Diponegoro,
Visi:
Pada tahun 2020, Undip merupakan Universitas Riset yang unggul
Misi:
Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan sehingga menghasilkan lulusan yang mempunyai keunggulan kompetitif, komparatif secara internasional dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan publikasi serta kepemilikan Hak Atas Kekayaan Intelektual sebagai upaya pengembangan ilmu, teknologi dan seni dengan mengedepankan budaya dan sumber daya lokal
Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Meningkatkan profesionalitas, kapabilitas, akuntabilitas dan tata kelola serta kemandirian penyelenggaraan perguruan tinggi.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: