Beranda > msdm > asumsi cultural

asumsi cultural

Pendahuluan

Berdasarkan dasar pikiran bahwa mempelajari kultur negara lain adalah alat yang bermanfaat untuk menmpelajari lingkungan sendiri, penulis membandingkan dan membedakan karakteristik utama kultur Amerika Serikat dan Cina, meskipun dia menjaga untuk tidak mengadopsi secara membabi buta asumsi utama kultural Cina.
Pada tahun-tahun terakhir ini terdapat kelimpahan buku/artikel tentang kesuksesan ekonami Jepang dan bagaimana Amerika mengadaopsi beberapa praktek dan norma dari Jepang. Hal ini telah membawa popularitas baru pada studi manajemen komparatif. Tiidak bisa diacuhkan, muncul pertanyaan seperti apakah mudah dikerjakan dengan mencangkok praktek dan kebijakan khusus dari satu kultur lainnya dan apakah kultur itu, dapatkah seseorang dari satu kultur yang berbeda benar-benar dapat memahami kultur lain?. Berdasarkan hasil kerja penulis di Republik Rakyat Cina dan kerja selama beberapa tahun dengan manajer AS untuk bidang motivasi, kreativitas, dan inovasi, ada dua permasalahan pokok yang menyerang di negara ini: produktivitas rendah dan kesulitan memberlakukan inovasi untuk mengungkapkan motivasi dan performa pekerja di semua bidang.terdapat kesamaan persoalan dengan manajer AS, meskipun basis industri dan standar hidup di dua negara itu beda sedapat mungkin ini adalah persoalan kritis untuk kesejahteraan ekonomi kedua Negara.
Penulis tidak mengira bahwa satu kultur dapat meminjam kultur yang lain, penilitian kultur negara lain dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk mempelajari lingkungan sendiri. Terutama perbedaan yang muncul dari perbandingan kultural seperti itu.

Pembahasan

Latar Belakang Republik Rakyat Cina
Setelah mengikuti liberasi Cina pada tahun 1949, Cina mencurahkan energi sangat besar untuk mendukung pengembangan masyarakat baru. Meski ada banyak penderitaan dan kerugian sepanjang periode ini, sebagian besar orang cina menghargai jamannya. Pada tahun 1966-1976 merupakan revolusi kebudayaan yang membawa banyak kerusuhan, ketakutan, kelemahan, moral buruk, dan apati.

Keadilan adalah prinsip yang membimbing integrasi kebutuhan individu dan kelompok
Keamanan
Nilai tinggi ditempatkan pada spesialisasi semua bidang
Keputusan berbasis pada analisa obyektif
Properti pribadi sangat dihargai
Kebebasan berekspresi dan beropini sangat dihargai (individualisme yang di anjurkan)

Perbedaan asumsi antara AS dan Cina saling berbenturan tapi ada beberpa hal yang saling melengkapi, mengenai jaminan dan kesejahteraan sosial. Ideologi dari strategi kedua negara sangat berbeda, Cina menegakkan loyalitas pada negara dan kesatuan rasional sedangkan Amerika menegakkan integritas individual. Singkatnya, asumsi Cina diorganisir sekitar aktualisasi kelompok, organisasi dan negara. Sedangkan asumsi AS, di sisi lain mengajak aktualisasi individu danperlu dicatat bahwa asumsi AS mencerminkan persamaan peluang, sementara asumsi Cina berfokus pada pembagian hasil.

Perbedaan antara Hierarki Kebutuhan AS dan Cina
Formula klasik hierarki kebutuhan kultur barat, menggambarkan fondasi masyarakat AS yaitu berbasis pada perkembangan personal individu (individu diharapakan mampu unuk mengembangkan aktualisasi diri). Definisi aktualisasi diri di AS Nampak berhubungan dengan individu yang mengenali potensi penuh mereka sebagai manusia yang independen. Lewat interpretasi Maslow, jelas bahwa aspek yang berhubungan dengan sosialisasi masyarakat memiliki peran yang kurang pada perkembangan individu.
Formula hierarki kebutuhan Cina berdasarkan kultur timur. Aspek yang termasuk hierarki Cina adalah landasan masyarakatnya, menjelaskan bagaimana kebutuhan hidup mendasar rakyat Cina terpenuhi hanya setelah kebutuhan yang termasuk individual terpenuhi. Dengan kata lain, konsep aktualisasi diri Cina didefinisikan dengan istilah layanan seseorang untuk masyarakat.

Perkembangan Terbaru Dua Masyarakat
Jika salah satu negara bertujuan mempertinggi produktivitas industri dan mutu hidup, asumsi inti dan nilai inti harus didukung bahkan meskipun kecenderungan baru dan ide baru dipertimbangkan. Perubahan pada asumsi dasar hanya dapat dicapai lewat arti revolusoner (dengan memperhatikan dan mendukung eksperimen radikal yang mana mereka harus bangun atau menghubugkan beberapa cara terhadap nilai-nilai tradisional).

Kategori:msdm
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: