Beranda > Etika Bisnis > TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

  1. PENDAHULUAN

Masalah yang akan dibahas di sini dalam literatur etika bisnis di Amerika Serikat dikenal sebagai corporate social responsibility atau social responsibility of corporations. Corporation atau korporasi, sebagaimana sudah dipakai dalam bahasa Indonesia, langsung dimengerti sebagai perusahaan, khususnya perusahaan besar. Tetapi sebenarnya artinya adalah lebih luas, yakni badan hu-kum. “Korporasi” berasal dari bahasa Latin (corpus/corpora = badan) dan se-betulnya berarti “yang dijadikan suatu badan” (bandingkan: incorporated). Jika kita menelusuri perkembangan istilah ini, pada mulanya “korporasi” justru tidak menunjukkan organisasi yang mencari untung. Istilah yang berasal dari hukum Kekaisaran Roma ini, pada zaman pra-modern di Eropa masih secara eksklusif dipakai untuk menunjukkan badan hukum yang didirikan demi kepenungan umum. Hal yang sama pada mulanya berlaku juga di Amerika Serikat.(1) Bahwa kini korporasi secara spontan dimengerti sebagai perusahaan, merupakan salah saru di antara sekian banyak bukti lain yang menunjukkan betapa pentingnya peranan bisnis dalam masyarakat kita.

  1. PEMBAHASAN

    1. Etika dan Tanggung Jawab Sosial

Tanggung jawab sosial perusahaan memfokuskan pada apa yang dilakukan organisasi yang mempengaruhi masyarakat di tempat organisasi berada. Sedangkan etika adalah seperangkat prinsip-prinsip moral / nilai-nilai yang menegaskan benar dan salah bagi seseorang/suatu kelompok. Perilaku etis mengikuti prinsip benar dan salah yang dapat diterima.

    1. Tanggung jawab legal dan tanggung jawab moral perusahaan

Perusahaan mempunyai tanggung jawab legal, karena sebagaibadan hukum ia memiliki status legal. Karena merupakan badan hukum, perusahaan mempunyai banyak hak dan kewajiban legal yang dimiliki juga oleh manusia perorangan dewasa, seperti menuntut di pengadilan, dituntut di pengadilan, mempunyai milik mengadakan kontrak, dan lain-lain; Seperti subyek hukum yang biasa (manusia perorangan), perusahaan pun harus menaati peraturan hukum dan harus memenuhi hukumannya, bila terjadi pelanggaran.

    1. Pandangan Milton Friedman tentang tanggung jawab sosial perusahaaan.

Yang dimaksudkan disini dengan tanggung jawab sosial perusahaan adalah tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat. Tanggung jawab moral perusahaan tentu bisa diarahkan kepada dirinya sendiri, kepada para karyawan, kepada perusahaan lain, dan seterusnya. Jika Kita berbicara tentang tanggung jawab sosial, yang disoroti adalah tanggung jawab moral terhadap masyarakat di mana perusahaan menjalaakan kegiatannya, entah masyarakat dalam arti sempit seperti lingkungan di sekitar sebuah pabrik atau masyarakat luas.

    1. Apakah Tanggung Jawab Sosial Itu?

Tangung jawab sosial adalah kewajiban perusahaan untuk merumuskan kebijakan, mengambil keputusan dan melaksanakan tindakan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

Yang perlu diperhatikan dalam Tanggung jawab sosial adalah :

  1. Kepada siapa organisasi bertanggung jawab sosial

  2. Untuk apa organisasi bertanggung jawab sosial

  3. Bagaimana organisasi dapat memilih untuk menanggapi tuntutan masyarakat akan tanggung jawab sosial.

  4. Apakah tanggung jawab sosial akan meruhikan atau membantu kinerja ekonomi suatu organisasi.

  1. Kepada Siapa Organisasi Bertanggung Jawab Sosial

Terdapat dua pandangan tentang kepada siapa organisasi bertaggung jawab sosial; model pemegang saham dan model pihak yang berkepentingan. Pandangan ini disebut model pemegang saham, menyebutkan bahwa satu-satunya tanggung jawab sosial yang dimiliki dunia usaha adalah memaksimalkan keuntungannya. Dengan memaksimalkan keuntungan, perusahaan memaksimalkan kekayaan dan kepuasan pemegang saham.

Model pihak yang berkepentingan, tanggung jawab sosial manajemen yang terpenting adalah kelangsungan hidup jangka panjang (bukan hanya memaksimalkan laba), yang dicapai dengan cara memuaskan keinginan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan (bukan hanya pemegang saham). Pihak yang berkepentingan adalah orang atau kelompok dengan kepentingan yang sah dalam perusahaan. Karena pihak berkepentingan memiliki minat dan dipengaruhi oleh tingakan organisasi, maka mereka memiliki suatu “taruhan” dalam tindakan tersebut. Akibatnya kelompok yang berkepentingan akan mencoba untuk mempengaruhi perusahaan agar bertindak menurut keinginan mereka.

Beberapa stakeholder lebih penting dari yang lainnya bagi kelangsungan hidup perusahaan. Stakeholder primer adalah kelompok-kelompok seperti pemefang saham, karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah dan masyarakat sekitar, dimana organisasi bergantung untuk kelanjutan hidup jangka panjang.

Model Stakeholder dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Stakeholder sekunder adalah media dan kelompok khusus yang berkepentingan, yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perusahaan.

  1. Untuk Apa Organisasi Bertanggung jawab Sosial

Jika organisasi harus bertanggung jawab sosial kepada staker holder, maka apakah mereka bertanggung jawab sosial?

    1. Tanggung jawab ekonomi

Harapan bahwa perusahaan akan menghasilkan keuntungan dengan memproduksi barang atau jasa yang bernilai.

    1. Tanggung Jawab hukum

Harapan bahwa perusahaan akan mematuhi hukum dan peraturan masyarakat.

Misalnya, dibawah Undang-undang Udara Bersih 1990, aroma roti yang baru dipanggang sekarang tidak diperbolehkan. Sebenarnya bukan aromanya yang tidak diizinkan. Tetapi gas etanol yang disebarkan ketika roti sedang dipanggang. Etanol sendiri tidak beracunm namun menyebabkan polusi karena gas etanol mendorong terbentuknya senyawan atmosfir ozone yang berbahaya.

Tanggung Jawab Sosial Keseluruhan

    1. Etika dan Tanggung Jawab Sosial

Tanggung jawab etika adalah harapan masyarakat bahwa organisasi tidak akan melanggar prinsip-prinsip benar dan salah yang telah diterima ketika menjalankan usaha.

    1. Tanggung Jawab Kebijaksanaan

Tanggung jawab kebijaksanaan membahas peran sosial yang dimainkan perusahaan dalam masyarakat diluar dari tanggung jawab ekonomi, hukum dan etika.

Tanggung jawab kebijaksanaan adalah kesukarelaan. Perusahaan tidak dipandang tidak etis walaupun tidak melakukannya. Namun sekarang, stakeholder mengharapkan perusahaan dapat berbuat lebih banyak lagi untuk memenuhi tanggung jawab kebijaksanaannya.

  1. Tanggapan atas Tuntutan akan Tanggung Jawab Sosial

    1. Kepekaan Sosial

Strategi yang dipilih oleh perusahaan untuk menanggapi harapan stakeholder dalam hak ekonomi, hukum, etika atau kebijaksanaan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial.

    1. Strategi Reaktif

Strategi kepekaan sosial dimana perusahaan memilih untuk berbuat kurang dari apa yang diharapkan masyarakat dan mengabaikan tanggung jawab atas masalah.

    1. Strategi Defisit

Strategi kepekaan sosial dimana perusahaan memilih untuk mengakui tanggung jawabnya atas suatu masalah tetapi melakukan usaha terkecil untuk memenuhi harapan masyarakat.

    1. Strategi Akomodatif

Strategi Kepekaan Sosial dimana perusahaan memilih untuk menerima tanggung jawab atas masalah dan melakukan semua yang diharapkan masyarakat untuk memecahkan persoalan

    1. Strategi Proaktif

Strategi kepekaan sosial dimana perusahaan akan mengantisipasi tanggung jawab atas masalah sebelum terjadinya dan akan berusaha lebih dari apa yang diharapkan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan.

Kepekaan Sosial

  1. Tanggung Jawab Sosial dan Kinerja Ekonomi

Bisnis selalu memiliki dua tanggung jawab ini: tanggung jawab ekonomis dan tanggung jawab sosial. Tetapi langsung perlu dicatat bagwa hal itu hanya berlaku untuk sektor swasta. Dalam perusahaan negara atau Badan Usaha Milij Begara (BUMN) dua macam tanggung jawab ini tidak dapat dipisahkan. Sering terjadi, sebuah perusahaan negara merugi bertahun-tahun lamanya, tetapi kegiatannya dibiarkan berlangsung terus, karena suatu alasan non-ekonomis, misalnya karena perusahaan itu dinilai penting untuk kesempatan kerja di suatu daerah. Di banyak negara, perusahaan transportasi kereta api mengalami kerugian, secara menyeluruh atau di trayek-trayek tertentu, tetapi hal itu tidak menjadi alasan untuk menutup perusahaan itu. Pertimbangan di belakangnya adalah kepentingan umum. Adanya transportasi kereta api dianggap begitu penting untuk masyarakat umum, sehingga jasa ini harus tersedia terus, walaupun dari segi ekonomis tidak menguntungkan. Kalau perusahaan negara defisit terus, tidak perlu ia bangkrut, karena selalu ada kas negara untuk membantu. Pemerintah dapat mengambil keputusan untuk melengkapi defisit dari kas negara, karena dianggap perlu demi kepentingan masyatakat luas.

Tanggung jawab sosial perusahaan adalah tanggung jawabnya terhadap masyarakat diluar tanggung jawab ekonomis. Kita memaksudkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan perusahaan demi suatu tujuan sosial dengan tidak memperhitungkan untung atau rugi ekonomis. Hal itu bisa terjadi dengan dua cara: positif atau negatif.

    1. Secara positif, perusahaan bisa melakukan kegiatan yang tidak membawa kepentingan ekonomis dan semata-mata dilangsungkan demi kesejahteraan masyarakat atau salah satu kelompok di dalamnya.

Contohnya adalah menyelenggarakan pelatihan ketrampilan uhtuk penganggur atau mendirikan panti asuhan untuk anak-anak yatim piatu. Jika perusahaan melibatkan diri dalam kegiatan serupa itu, ia hanya mengeluarkan dana dan tidak mendapat sesuatu kembali. Tujuannya semata-mata sosial dan sama sekali tidak ada maksud ekonomis.

    1. Secara negatif, perusahaan bisa menahan diri untuk tidak melakiikan kegiatan-kegiatan tertentu, yang sebenarnya menguntungkan dari segi bisnis, tetapi akan merugikan masyarakat atau sebagian masyarakat. Kegiatan-kegiatan itu bisa membawa keuntungan ekonomis, tapi perusahaan mempunyai alasan untuk tidak melakukannya.

Misalnya, membuang limbah industri itu di tempat lain akan meminta biaya transportasi yang besar. Membangun instalasi pengolah limbah hingga menjadi cairan yang tidak berbahaya, akan meminta biaya lebih besar lagi. Dari segi ekonmis jalan keluar yang paling efektif adalah membuang limbah ke dalam sungai. Setiap cara lain akan memberatkan pengeluaran bagi perusahaan, sehingga mengurangi keuntungan. Hanya saja, membuang limbah dalam sungai akan merugikan banyak pihak lain. Masyarakat disekitar pabrik tidak lagi bisa memanfaatkan air sungai untuk keperluan rumah tangga, seperti mandi atau cuci pakaian. Para petani tidak lagi bisa memakai air untuk irigasi sawah. Ikan dalam sungai akan mati semua dan seluruh ekosistemnya terganggu. Untuk pabrik kertas itu membuang limbah dalam sungai adalah cara kerja yang paling ekonomis, tetapi sungai itu bukanlah milik perusahaan saja. Banyak pihak lain terkena karena ulah pabrik kertas itu.

  1. PENUTUP

Etika dan tanggung jawab social merupakan topik hangat bagi para manajer. Bidang perilaku etika menyinggung nilai-nilai benar dan salah. Keputusan etika dan perilaku biasanya dibimbing oleh sebuah system nilai. Empat pendekatan berdasarkan nilai yang berfungsi sebagai kriteria bagi pembuatan keputusan etika adalah manfaat, individualism, hak moral dan keadilan. Bagi seorang manajer individu, kemampuan untuk pilihan etis yang benar akan tergantung pada karakteristik individu dan organisasi. Suatu karakteristik individu yang penting adalah tingkat penyeimbangan moral. Budaya perusahaan adalah karakteristik organisasi yang mempengaruhi perilaku etika.

  1. DAFTAR PUSTAKA

Williams, Chuck.2001 , Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.

Bertens, K. 2000. Pengantar Etika Bisnis. Yogyakarta : Kanisius.

Kategori:Etika Bisnis
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: